Makassar – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) kembali memperlihatkan komitmen akademiknya di tingkat global melalui penyelenggaraan International Conference on Management (ICOMAN) 2025. Konferensi internasional tersebut berlangsung pada Sabtu (1/11/2025) secara daring melalui platform Zoom Meeting dan sukses menarik perhatian para akademisi serta praktisi dari berbagai negara.
Mengusung tema “The Future of Management Practices and Sustainable Business Transformation in the Era of AI and the Green Economy,” ICOMAN 2025 hadir sebagai forum ilmiah untuk membahas perkembangan terbaru dalam dunia manajemen, khususnya terkait transformasi bisnis berkelanjutan dan penerapan teknologi mutakhir berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn., yang turut didampingi oleh Dekan FEB UNM, Prof. Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si., serta Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Anwar, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Karta Jayadi menegaskan bahwa penyelenggaraan ICOMAN merupakan manifestasi nyata dari langkah UNM dalam memperluas jejaring riset dan memperkuat posisi institusi di panggung internasional.
“Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana UNM berperan aktif dalam memajukan ilmu manajemen melalui kolaborasi lintas negara yang berorientasi pada keberlanjutan dan teknologi masa depan,” ujarnya.
Konferensi ini menghadirkan enam pembicara utama (keynote speakers) dari empat negara—Indonesia, Malaysia, India, dan Filipina—yang memaparkan isu-isu strategis terkait sustainable finance, human capital development, green supply chain, digital marketing, hingga AI-based innovation management. Beragamnya topik bahasan memberikan ruang diskusi ilmiah yang komprehensif bagi peserta, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi industri.
Dekan FEB UNM, Prof. Basri Bado, menekankan bahwa ICOMAN merupakan agenda penting dalam memperkuat reputasi akademik UNM, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penelitian di lingkungan fakultas.
“Kami terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian berkualitas yang berdampak luas dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Ketua Prodi Manajemen, Dr. Anwar, menambahkan bahwa makalah terpilih dari konferensi ini akan dipublikasikan dalam prosiding internasional bereputasi dan diindeks oleh Index Copernicus International. Hal ini memberikan peluang bagi peneliti Indonesia, khususnya dari UNM, untuk mendapatkan pengakuan ilmiah di tingkat global.

Pelaksanaan ICOMAN 2025 merupakan hasil kolaborasi antara UNM dan sejumlah perguruan tinggi mitra, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Bengkulu, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Jember, Politeknik Mukah Sarawak (Malaysia), Chetana’s Institute of Management & Research (India), serta Ifugao State University (Filipina). Kerja sama akademik lintas negara ini mempertegas posisi UNM sebagai institusi yang aktif mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi riset internasional.
Dengan penyelenggaraan ICOMAN 2025, FEB UNM meneguhkan dirinya sebagai pusat inovasi dan riset manajemen berkelanjutan di Asia Tenggara. Konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional UNM, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam percakapan global mengenai transformasi bisnis dan praktik manajemen masa depan.







Leave a Comment